Selasa, 28 Juli 2015




Kata Mutiara Dakwah Islami terbaik 02
Kata Mutiara Dakwah Islami terbaik

Kata Mutiara Dakwah Islami terbaik

  1. Hanya beberapa detik saja makanan mahal itu bersarang dirongga mulutmu. begitulah rasa dunia ketika kau tak memahami makna dan tujuan penciptannya
  2. Rabb,Yang Maha Tinggi, mudahkan hamba mendekatiMu
  3. sangatlah berbeda, makna “mengendalikan diri” dan “dikendalikan diri”. yg pertama berbuah baik, yg kedua berbuah kebodohan
  4. Manusia seharusnya berubah menjadi hambaNya Allah SWT, namun sebaliknya tak sedikit yang berubah menjadi hamba syahwatnya sendiri..
  5. kesenangan yang sangat dinginkan dan terus terjalani di saat itulah pisau-psau mengkilap tajam ter injak oleh pejalan maksiat.
  6. Lihatlah kebesaran Allah SW. yang meminta seorang presiden untuk tunduk hingga bersujut agar si presiden berdoa dan bisa meminta lagi kepadaNya.
  7. Dakwah itu bukan pada seberapa banyak yg kau rambah, tapi seberapa banyak yg jadi merubah diri menjadi lebih baik.
  8. Mustahil hidup tanpa sebuah sandaran. Ada yg bersandar pada pemikirannya, pada -ismenya, pada logikanya pada dunianya, dan yg tertinggi dan terbaik tentu saja bersandar pada  Allah SWT.
  9. Betapa manisnya bersama-Mu dan betapa pahitnya jauh dari-Mu
  10. Kemenangan yg diberikan Allah kpd Rasulullah SAW bukanlah kemenangan untuk menghancurkan musuh, namun justru untuk merangkul mereka dan mendekatkan mereka padaNya.
  11. Yaa Robbi, tunjukkan selalu kebenaran-Mu, bukan kebenaran-ku. Tunjukkanlah keinginan-Mu bukan keinginan-ku.
  12. Allah tdk pernah main-main dlm setiap penciptaan, maka jgn pernah main-main dlm mensyukuri segala nikmat dan karunia ciptaanNya yg telah IA limpahkan
  13. Pasti kau tumpahkan noda pada lembar kanvas kehidupanmu, namun sujud taubat dan doamu yg tulus mampu menghapus semua itu dan bertekat tidak akan mengingkari kesadaran kesalahan dg izin-Nya
  14. paradoks harta dan ilmu: Semakin besar harta, semakin lelah kau menjaganya dan semakin enggan kau membaginya. Semakin besar ilmu semakin mampu ia menjagamu dan semakin sering engkau bagikan
  15. Setiap celah yg terbasahi oleh air hujan, maka mustahil Sang Maha Kaya lengah membagi rezeki pada semua ciptaanNya!
  16. Manusia akan selalu dibuat repot oleh ketampanan dan kecantikannya, bila hanya itu yg menjadi tujuan hidupnya belaka, karena demikianlah golongan orang-orang yg merugi!
  17. Dititipkan sedikit rasa nikmat dipuji padamu,agar kau bersungguh-sungguh dalam memujiNya
  18. Orang yg dangkal ilmunya tapi percaya diri bakalan lebih menderita dibanding orang sedikit ilmu namun tahu diri!
  19. Setiap orang pasti mendapatkan pelajaran. Namun tak setiap orang mendapatkan hikmah
  20. Ada yg akan bertaubat, sedang bertaubat, sudah bertaubat, ada juga yg sibuk merencanakan taubat, namun ketahuilah: sang ajal tak pernah menunggu semua itu!
  21. Semua akan diadili bersama-sama, sebagian akan menangis bersama-sama, sebagian akan bergembira bersama-sama,kita termasuk bagian yg mana? persiapkan dkirimu dari sekarang!
  22. Anugerah kecerdasan sesungguhnya adalah alat untuk lebih cerdas dalam mengimaniNya
  23. Ingin hidup bebas dibumi Allah SWT? Itulah kebodohan sesungguhnya!
  24. Kalau saja tak ada kehidupan setelah mati, maka rugilah orang-orang miskin, bodoh dan teraniaya! Robb, betapa adilnya diriMu

Rabu, 01 Juli 2015

aagym - shaum lisan

Shaum Lisan


Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Tiada yang patut disembah selain Alloh, dan tiada yang bisa dijadikan sandaran kecuali hanyalah Alloh. Semoga Alloh Yang Maha Menatap menjadikan diri kita pribadi-pribadi yang istiqomah berpegang teguh di jalan yang Alloh ridhoi. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.
Saudaraku, ada sebuah pepatah mengatakan, “Lidah lebih tajam daripada pedang.” Apa yang terlontar dari lisan bisa menyambar siapa saja dan apa saja. Ucapan yang sudah terlontar dari lisan itu bagaikan anak panah yang telah terlepas dari busurnya, akan menghujam menuju sasaran dan tak bisa ditahan.
Rosululloh Saw. bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Alloh dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhori dan Muslim)
Dalam hadits yang lain, Rosululloh Saw. juga bersabda, “Janganlah kamu banyak bicara kecuali dzikrulloh. Sungguh, banyak bicara itu membuat hati menjadi keras, dan orang yang paling jauh dari Alloh adalah yang berhati keras.” (HR. Tirmidzi, Malik dan Baihaqi)
Maka, orang yang beruntung adalah orang yang sedikit berbicara namun yang ia bicarakan adalah kebaikan dan kebenaran. Sedangkan orang yang merugi adalah orang yang banyak bicara dan isi pembicaraannya adalah keburukan atau kesia-siaan.
Salah satu perkataan buruk atau sia-sia adalah perkataan dusta. Ucapan dusta yang dilontarkan oleh lisan adalah jalan pembuka bagi kedustaan-kedustaan lainnya. Karena sekali saja seseorang berdusta, maka ia akan mengucapkan dusta-dusta yang lain untuk menutupi dusta yang sebelumnya. Begitu seterusnya.
Padahal ucapan dusta adalah ciri dari kemunafikan. Sementara orang yang munafik adalah orang yang paling berbahaya dan tempat kembalinya adalah bagian paling dasar dari neraka. Na’udzubillahi mindzalik!
Rosululloh Saw. bersabda, “Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga. Jika berbicara ia berdusta, jika berjanji ia ingkar, jika dipercaya ia berkhianat.” (HR. Bukhori)
Ucapan dusta ini akan semakin parah jikalau berisi tentang keburukan orang lain. Karena perbuatan ini akan tergolong kepada fitnah. Sedangkan jika keburukan itu memang benar adanya, maka akan termasuk kepada ghibah. Keduanya sama-sama keburukan.
Pada bulan Romadhon ini marilah untuk lebih mengendalikan lisan kita dari ucapan-ucapan dusta, ucapan-ucapan buruk dan sia-sia yang tiada berguna. Tanpa banyak bicara pun kita sebenarnya bisa tetap “berbicara”, yaitu dengan amal perbuatan dan karya kita. Jikapun harus berbicara, maka pastikanlah dahulu bahwa yang kita ucapkan hanyalah yang benar dan yang baik saja.
Alloh Swt. berfirman, “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sholatnya. Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna.” (QS. Al Mu’minun [23]: 1-3).
Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa menjaga dan mengendalikan lisan kita, sehingga hanya berkata sesuatu yang benar dan baik saja sesuai dengan apa yang Alloh ridhoi. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.[]

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.